Tips Menumbuhkan Kecintaan pada Alam Sejak Dini dengan Nature Walk

***

Beberapa waktu lalu saya menonton film dokumenter yang mengangkat isu alam di Netflix. Film dokumenter berjudul Chasing Ice (2012) besutan sutradara Jeff Orlowski . Film ini bercerita tentang fotografer James Balog dan timnya dalam mendokumentasikan bagaimana glester di tiga tempat berbeda yaitu  Greenland, Iceland and Alaska mencair hanya dalam waktu singkat yaitu sekitar 6 bulan. Mencairnya glester ini disebabkan oleh peningkatan suhu bumi akibat pemanasan global atau global warming. Melalui film ini Jeff Orlowski dan James Balog ingin membuktikan seaktual mungkin bahwa pemanasan global itu memang nyata terjadi.

 

Dari film Cashing Ice, saya jadi semakin tertarik mempelajari tentang isu alam melalui film, sehingga  saya pun berlanjut menonton  dua film dokumenter berikutnya.

Film kedua yaitu film Kiss the Ground (2020)  yang menggambarkan bagaimana industri makanan dan pertanian saat ini berdampak mencemari tanah. Pencemaran ini mengakibatkan tanah kehilangan fungsi aslinya dalam menyerap air. Maka tak heran jika kemudian banyak bencana terjadi akibat tanah kehilangan fungsi serapnya, contoh nyatanya kelangkaan air dan  kekeringan karena air tanah semakin berkurang volumenya dan banjir melanda berbagai daerah saat curah hujan tinggi karena tanah kehilangan fungsi daya serapnya.

theasianparent

 

Film ketiga yang saya tonton berjudul Semesta (2019) yang merupakan film dokumenter asli Indonesia dan  diproduseri aktor tampan pujaan ibu-ibu muda (seperti saya 😀 ), Nicholas Saputra.

Menonton dua film sebelumnya sejujurnya membuat saya jadi sedikit takut. Takut memikirkan nasib bumi yang kian tua dan rusak. Yang entah bagaimana nasib anak cucu kita nanti kalau di masa saya hidup sekarang saja sudah begitu mengkhawatirkan. Sudah begitu banyak tanda-tanda kerusakan alam yang tercermin lewat bencana. Apa bumi masih layak ditinggali anak cucu kita nanti jika sekarang saja kondisinya sudah menyedihkan seperti ini?

Namun setelah menonton film Semesta, ketakutan saya  jadi sedikit sirna. Pasalnya melalui film ini, saya seolah diberi harapan bahwa bumi yang rusak ini masih bisa dipulihkan dan diperbaiki. Melalui tangan-tangan orang yang memang peduli, film ini bercerita tentang 7 tokoh dari 7 provinsi yang berkiprah nyata untuk menjaga kelestarian alam khususnya di bumi Indonesia.

 

Iya, bumi yang telah rusak ini masih memiliki harapan untuk pulih dan layak ditinggali asal semakin banyak orang yang mau bergerak dan peduli menjaga alam agar tetap lestari.

Ikut Menjaga Alam Melalui Pengasuhan

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari ibu anak belajar banyak hal untuk pertama kali. Belajar berjalan, berbicara, makan, dan berbagai pembelajaran dasar kehidupan lainnya. Termasuk juga nantinya anak akan belajar dari ibu bagaimana  membentuk kepribadian diri dan  menanamkan nilai- nilai kehidupan.

Namun ketika berbicara tentang pengasuhan atau parenting, sering kali fokus kita sebagai ibu atau orangtua hanya seputar bagaimana mendidik anak menjadi “pintar”, entah itu pintar secara akademis atau non akademis, sibuk mengasah berbagai bakat anak sejak dini mulai dari menari, melukis, atau mengajak anak mencintai membaca sebanyak-banyaknya. Tidak ada yang salah dengan itu semua, tapi kadang kita lupa bahwa ada satu aspek dalam pengasuhan yang  tak kalah penting yaitu bagaimana kita mendidik anak untuk  ‘pintar’ dalam mencintai dan menjaga alam.

Seperti yang saya sampaikan diatas, bahwa untuk memperbaiki kondisi bumi dan menjaganya agar tetap lestari kita butuh banyak aksi. Aksi dari orang-orang yang memang mau bergerak peduli menjaga bumi. Mengajak orang dewasa mungkin lebih sulit, tapi berbeda ketika kita mengajak anak-anak. Anak-anak yang jiwanya masih murni, yang fitrah dan potensi kebaikan dalam dirinya masih terjaga tentu akan lebih mudah diajak untuk mencintai dan menjaga alam. Mungkin butuh waktu, tapi hanya kepada mereka lah kita bisa mengantungkan harapan akan nasib bumi yang jauh lebih baik. Lagi pula siapa yang nantinya akan menjaga bumi yang akan mereka tinggali kalau bukan mereka sendiri.

Menumbukan rasa cinta terhadap alam, disinilah kemudian saya dan para Bunda semua bisa ikut berperan menjaga alam melalui pengasuhan. Dengan menumbuhkan kecintaan pada Alam dalam diri anak-anak sedini mungkin, harapannya semoga akan tertanam nilai kepedulian dalam diri anak saat ia tumbuh dewasa nanti. Rasa kepedulian ini akan mendorong diri  untuk ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan alam selayaknya kutipan berikut ini.

Cerita Mengenalkan Alam Melalui Kegiatan Nature Walk

Witing Tresto Jalaran Soko Kulino

(Cinta tumbuh karena terbiasa) 

Begitu kata pepatan Jawa. Sama halnya ketika kita ingin anak mencintai alam, yang paling utama dilakukan adalah membuat anak mengenal  dulu, terbiasa bercengkerama dan diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan alam. Salah satu cara sederhana yang saya terapkan untuk mengenalkan alam ke anak adalah dengan kegiatan Nature Walk. Kegiatan Nature Walk ini saya adopsi dari pembelajaran dalam metode pendidikan Charlote Mason.Untuk Bunda yang belum mengenal apa itu metode Charlote Mason, bisa menyimak informasi singkatnya berikut ini.

tips-mendidik-anak-theasianparent

 

Saya sendiri menjalankan kegiatan Nature Walk ini bersama anak secara rutin, biasanya antara pukul 09.00-10.00 pagi, sekaligus berjemur untuk menyerap vitamin D alami. Kegiatannya sederhana saja, saya mengajak anak keliling lingkungan rumah. Mengamati berbagai hal, baik itu tumbuhan, batu-batuan, air yang menggenang di selokan, kupu-kupu, semut berbaris, dan lainnya. Jika bosan di sekitar lingkungan rumah, kami menuju area sawah. Saya beruntung tinggal di kawasan pinggir kota yang masih asri dengan area sawah yang luas, bahkan ada sungai kecil yang mengalir tak jauh dari rumah kami.

tips-mendidik-anak-theasianparent

Saat anak masih berusia 1-3 tahun, sebelum saya kembali menjadi ibu bekerja, saya mengajak putera saya Naoki berkegiatan Nature Walk hampir setiap hari. Namun semenjak kesibukan saya bertambah karena tugas pekerjaan, praktis kegiatan ini tidak bisa lagi dilakukan setiap hari. Sebagai gantinya, saya rutinkan di akhir pekan. Biasanya saya dan suami mengajak anak berjalan di pematang sawah, main ke area perkemahan Bumi Kiarapayung yang masih sangat asri, bermain di pinggir danau atau mendaki bukit kecil yang kebetulan ada tidak jauh dari rumah kami.

tips-mendidik-anak-theasianparent

 

Kegiatan Nature Walk ini juga bukan hanya sekedar jalan-jalan semata, saya selipkan banyak dialog di  setiap kegiatannya. Mengenalkan setiap nama pohon, bunga, atau hewan yang kami temui. Tak lupa saya juga selipkan dialog iman didalamnya, mengenalkan tentang ciptaan Allah dan bagaimana cara menyayangi ciptaan-NYA.

Itu tadi cerita singkat saya dalam mengenalkan tentang alam pada anak melalui kegiatan Nature Walk. Sederhana kan Bunda, kuncinya hanya butuh konsisten dijalankan secara rutin agar anak terbiasa mengenal hingga lama-lama tumbuh rasa cinta pada alam .

Nah tapi bagaimana  ya, jika ternyata di daerah tempat tinggal Bunda tidak  menyediakan alam yang bisa di eksplor ? Tinggal di perkotaan padat penduduk misalnya. Jika kondisinya demikian maka Bunda bisa mengajak anak ke taman kota atau agak jauh sedikit ke desa-desa di pinggir kota. Namun jika dua tempat ini belum juga memungkinkan, Bunda bisa mengajaknya melakukan kegiatan lain bisa jadi sarana mengenalkan alam sejak dini. Setelah ini, saya akan menceritakan beberapa contoh kegiatannya.  Kegiatan ini saya kutip dari artikel di website The Asian Parent tentang bagaimana mengenalkan tentang alam sejak dini dengan berkegiatan di rumah saja. 

 Tips Kegiatan Lain untuk Menumbuhkan Kecintaan Alam 

Mengenalkan alam idelanya memang melalui eksplorasi langsung ke alam karena anak-anak akan lebih mudah memahami jika bertemu dengan contoh yang konkret, contoh yang bisa ia amati dan sentuh. Namun dibeberapa kondisi, pengenalan alam secara langsung mungkin sulit karena terkendala lokasi. Kabar baiknya, Bunda bisa menyiasatinya dengan menghadirkan kegiatan yang bersentuhan dengan alam di rumah, berikut ini adalah contoh kegiatannya.

1. Mengenalkan Tanaman

Mengenalkan tentang alam paling mudah di rumah adalah dengan mengenalkan anak pada tanaman, baik itu tanaman hias atau tanaman pangan seperti tanaman sayuran atau tanaman buah. Sambil mengamati tanaman tunjukan bagian-bagian batang, daun, bunga, kelopak bunga, serbuk sari dan lainnya. Beri kesempatan anak untuk menyentuh tiap bagian agar tercipta kesan melalui pengalaman sensori.

Varian kegiatan pengenalan tanaman juga bisa Bunda lakukan dengan mengajak anak bercocok tanam. Bercocok tanam sederhana saja seperti menanam kangkung atau daun bawang.

tips-mendidik-anak-theasianparent

2.Memelihara Hewan

Mengenalkan tentang alam tidak melulu hanya tentang tumbuhan saja, melalui hewan pun bisa. Ajak anak untuk memelihara dan merawat hewan, seperti kucing, ayam atau ikan. Dengan kegiatan memelihara dan merawat maka akan akan belajar menyayangi binatang yang juga merupakan bagian dari cara melestarikan alam.

3. Membacakan Buku Tentang Alam

Mengenalkan tentang alam juga bisa melalui buku. Baik itu buku ensiklopedia yang memuat informasi dan fakta tentang alam atau melalui buku cerita. Khusus untuk mengenalkan tentang hewan, Bunda bisa memilih buku cerita fabel, melalui buku fabel anak tidak hanya akan belajar mengenal informasi tentang hewannya saja tapi juga bisa mengenalkan tentang budi pekerti yang biasanya terselip melalui pesan moral dalam buku.

tips-mendidik-anak-theasianparent

4.Ajak Anak Belajar Mengelola Sampah

Tahukah Bunda, bahwa sampah yang kita hasilkan di rumah setiap hari bisa menghasilkan gas methane (CH4) dan gas ini menjadi salah satu penyumbang emisi dalam global warming. Nah, mengajak anak mengelola sampah dengan bijak sedini mungkin bisa jadi sarana untuk lebih peduli terhadap alam. Ajak akan mengelola sampah dengan cara sederhana saja misalnya memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah, mengubur sampah organik di tanah agar menjadi humus. Terakhir Bunda juga bisa mengajak anak menerapkan zero waste lifetyle dengan meminimalisir sampah, contohnya dengan membawa kantong atau wadah sendiri saat belanja /membeli makanan, membawa sedotan atau tempat botol minum sendiri ketika bepergian keluar rumah.

Selain Nature Walk, itu tadi tiga tips lain yang bisa Bunda coba untuk mengenalkan alam sejak dini pada yang saya kutip dari artikel di The Asian Parent Indonesia . Bunda juga bisa lho mencari informasi tambahan tentang tips mendidik anak atau gaya  parenting lain di website The Asian Parent.

Webiste  The Asian Parents Indonesia ini merupakan salah satu resource andalan saya untuk mencari referensi apapun tentang parenting, tumbuh kembang anak, kehamilan bahkan informai tentang Covid-19 sekalipun. Informasi yang ada di website maupun aplikasi mobile The Asian Parent sangat lengkap dan  informatif . Buat Bunda yang belum mengenal tentang The Asian Parent, Yuk, sekalian saya ajak berkenalan dengan website parenting terbaik di Asia ini.

Tentang The Asian Parent Indonesia

The Asian Parent merupakan situs parenting terbaik di Asia. Situs ini menawarkan banyak sekali informasi dan panduan yang dibutuhkan orangtua, terutama orangtua yang berada di negara-negara Asi,  salah satunya Indonesia.

tips-mendidik-anak-theasianparent

The Asian Parent hadir di Indonesia sejak tiga tahun lalu, tepatnya di tahun 2017. The Asian Parent sendiri digagas oleh Roshni Mahtani, perempuan keturunan Asia yang telah lama menetap di New York, Amerika Serikat. Berawal dari kesadaran Roshni akan sedikitnya konten atau informasi yang relevan dengan pengasuhan ala budaya Asia Tenggara, Roshni kemudian mendirikan The Asian Parent.

Dimulai dari sebuah blog sederhana, The Asian Parents kini telah bertransformasi mejadi perusahan media terkemuka dan membentuk komunitas. The Asian Parent telah menjangkau 13 negara di Asia termasuk Indoesia, Hongkong, Malaysia, Thailand dan negara  lainnya. The Asia Parent juga telah digunakan oleh 13 juta user, dan telah lebih dari 1 juta orangtua yang bergabung dalam komunitasnya.

Informasi apa saja yang ada di  The Asian Parent ?

The Asian Parent menawarkan informasi dan panduan lengkap yang dibutuhkan para orangtua di Asia, mulai dari parenting, tumbuh kembang anak, kehamilan, keluarga, toddler dan pra-sekolah, mainan edukasi anak, kesehatan, nutrisi, gaya hidup, bahkan inspirasi nama bayi dan juga informasi tentang Covid-19 tersedia di sini.

tips-mendidik-anak-theasianparent

 

Mengakses informasi dari The Asian Parent cukup mudah karena layanannya tersedia dalam dua versi yaitu berupa website dan aplikasi mobile. Khusus untuk aplikasi mobile, Bunda tidak hanya bisa mengakses informasi berupa artikel, tips dan lainnya tapi juga bisa bergabung dengan komunitasnya.

Bergabung dengan Komunitas The Asian Parent

Menurut saya pribadi setelah bergabung komunitas The Asian Parent ini,  banyak pengalaman menyenangkan yang saya rasakan. Selain bisa berkenalan dengan dengan teman sesama ibu dari berbagai daerah, dalam aplikasinya terdapat berbagai fitur ciamik dan ada banyak benefit yang saya peroleh sebagai member. Cara bergabung dengan komunitasnya sangat  mudah, Bunda bisa mengikuti panduannya berikut ini.

tips-mendidik-anak-theasianparent

Jika sudah melakukan 4 langkah pendaftaran di atas, maka selamat….!, Bunda sudah menjadi member komunitas The Asian Parent dan nikmati berbagai benefit di dalamnya.

Benefit Bergabung di Komunitas

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelummnya, ada banyak sekali benefit atau keuntungan yang bisa Bunda dapatkan jika bergabung di komunitas. Penjelasan apa saja fitur dan benefitnya saya rangkum melalui grafis berikut ini.

 

Demikian Bunda cerita singkat dan beberapa tips menumbuhkan rasa cinta pada alam sejak dini,ternyata begitu besar peran ibu dalam pengasuhan dan aksi menjaga alam agar bumi tetap lestari.  Semoga cerita dan tips yang telah saya bagikan diatas bisa diambil manfaat baiknya. Jangan lupa untuk terus bergerak peduli dan selalu sayangi bumi.

***

Salam
Titik Wihayanti

—————————————————————————————————————————————————————–

Artikel ini diikutsertakan Lomba Blog Cerita Parent yang diselenggarakan oleh The Asian Parent Indonesia 

Referensi : 

1.Buku Cinta yang Berpikir : Panduan Pendidikan Karakter Charlote Mason. Ellen Kristi.2016

2.https://chasingice.com/about-the-film/james-balog-photo-gallery/#top

3.https://www.instagram.com/p/CFQh4WvDu0y/

4.https://www.imdb.com/title/tt9096988/mediaviewer/rm2616242689/

5.https://id.theasianparent.com/belajar-di-rumah-mengenalkan-alam-sejak-dini

6.https://id.theasianparent.com/cara-mendidik-anak-2

7.https://id.theasianparent.com

 

14 thoughts on “Tips Menumbuhkan Kecintaan pada Alam Sejak Dini dengan Nature Walk

  1. Saya udah lama pengen banget nonton Semesta. Dulu pas mau nonton udah keburu turun layar. Sebal jadinya. Film dokumenter saya termasuk suka. Dulu pas kuliah sering bikin film dokumenter sederhana. Mengenalkan alam ke anak-anak paling asyik nature the walk dan mengajak menanam ya. Sayangnya masih banyak tipe ortu di Indonesia yang sering bilang: jangan main tanah, nanti kotor bajunya. Kotor tangannya. Tanah banyak cacing. Etcetera etcetera. Kalau saya jadi ortu saya akan lakukan poin-poin yang sama seperti yang Mbak lakukan. 🙂

  2. wah aku juga suka nature walk nih mbak kalau lagi pulang ke rumah mamah di sukabumi. nyusurin sungai, lihat2 sawah..jadi ngajarin anak untuk selalu bersyukur juga bisa melihat pemandangan alam ya

  3. Idenya bagus ya nih, sambil mengasuh juga mengenalkan alam ke anak. Jadi engga kerasa bahwa anak juga belajar. Btw, Asian Parent memang bagus ya, informasinya lengkap banget.

  4. Saya juga mengenalkan alam kepada anak-anak saya sejak dini. Hanya saja sampai sekarang saya enggak pake jadwal. Jadi ya sambil jalan aja. Kalo pas liburan weekend biasanya saya bawa anak-anak ke rumah neneknya yang tinggal di sebuah desa di lereng gunung ujung utara Yogyakarta.

  5. Betul, anak harus diajari cinta alam sejak kecil. Mirisnya kalau tumbuh di kota besar, harus sering diajak keluar kota ya. Alhamdulillah kalau di dekat rumah banyak pepohonan rindang dan tanaman, anak bisa merasakan ademnya dan positifnya

  6. Asik banget ya mba di daerah rumahnya masih banyak lingkungan asri yang view dan udaranya seger. Pengen nyoba nature walk juga tapi disini rasanya sulit,udah jarang nemu lahan kosong dengan view hijau hijau

  7. Mencintai alam bisa dengan mencintai binatang, setuju sekali mbak. Karena alam semesta ini sebenarnya adalah satu kesatuan energi, pernah baca di buku apa lupa haha…
    Kalau aku sendiri lebih suka memelihara kucing, biar nular ke anak juga.

  8. Saya juga suka ajak anak berkebun dan bersepeda kelilng kampunh untuk memperkenalkan anak lingkungan sekitar.
    Btw, gabung komunitas harus via app ya Mbak?

  9. Aku jadi ga sabar buat praktekin parenting nature walk ini. Umar soalnya belum bisa jalan. Dan aku pengen ngajak belajar jalan sambil belajar alam gitu. Masalahnya di surabaya ini jarang ada alam yang bisa dipelajari. Palingan ya tumbuh-tumbuhan milik tetangga, hehe

  10. ah iya mbak, aku tiap hari sering ajak anak anak melakukan nature walk
    ya kadang cuma disekitar rumah, kadang juga pergi ke daerah pengunungan
    nature walk membuat anak lebih dekt dan mencintai alam

  11. Memang harus sejak dini dikenalkan dengan alam ya mba. Perbanyak aktivitas seperti nature walk ini. Saya udah telat nih ngajarin anak-anak saya untuk dekat dengan alam. Dekatnya malah sama gadget hiks…

  12. Iya banget..wisata di alam untuk berinteraksi dengan hewan dan tumbuhan zaman sekarang aja harus bayar dulu yaa… Gak kaya zaman aku kecil yang memang rumah nenek, rumah kita sendiri, ada halaman luas yang memungkinkan anak-anak bermain.

    Aku beneran nonton film Semesta juga karena Nicsap, hhehe…sayang doinya gak muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *