Review Buku Yuk Jadi Orangtua Salih

 

Pengantar

“Kita perlu belajar menjadi orangtua salih dulu sebelum meminta anak kita menjadi salih”.

Sebuah kalimat pendek yang secara tidak sengaja pernah saya baca di instagram Abah Ihsan. Kalimat yang sederhana tapi mampu membuat saya termenung cukup lama guna meresapi maksudnya. Membaca kalimat ini jujur saya jadi ingat salah satu insight dalam Enlightening Parenting tentang keteladanan orangtua. Bahwa orangtua enggak  bisa berharap anak tumbuh jadi soleh/solehah tanpa go first. Tanpa bergerak dulu untuk berubah, untuk ikut juga belajar menjadi shalih. Misalnya nih kita berharap anak yang rajin solat dan ngaji. Kita masukan di TPA atau sekolah agama terbaik. Namun di rumah orangtuanya enggak pernah membuka Al Quran,Al Quran cuma jadi pajangan di mushola rumah. Sholatpun sama halnya suka entar entar kalau sudah mepet waktunya baru cepat-cepat ditunaikan (Berasa ngaca ke diri sendiri  Hiks) . Kira-kira jika seperti ini bisakah anak-anak kita tumbuh menjadi apa yang diharapkan? Sepertinya akan sulit karena anak mungkin bisa salah mendengar nasehat kita, tapi tidak akan pernah salah mengamati bagaimana perilaku kita setiap hari. Kalau mau anak tumbuh menjadi shalih maka keteladanan orangtua adalah salah satu kunci  utama. Keteladanan orangtua perupaya menjadi muslim yang baik juga. Agar anak bisa melihat contoh nyata bagaimana menjadi muslim yang shalih dari orangtuanya. Setidaknya itulah yang saya pahami kemudian setelah merenungkan kalimat Abah Ihsan Diatas.

Lalu bagaimanakah cara supaya kita bisa belajar menjadi orangtua yang salih? Nah kabar baiknya Abah Ihsan yang seorang trainer dan pakar parenting menuliskan cara-cara yang bisa dipelajari dan dipraktikan orangtua melalui buku ini. Buku yang bulan lalu baru selesai saya baca dan masya Allah banyak sekali tambahan ilmu pengasuhan yang saya dapat dari buku ini. Review lengkapnya simak berikut ini ya.

 

Data Buku

Judul Buku : Yuk Jadi Orangtua Salih ! Sebelum Meminta Anak Salih

Kategori Buku : Parenting

Penulis : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Penerbit : Mizania

Jumlah Halaman : 185 Halaman

Cetakan : Edisi Terbaru I

Tahun Terbit : Februari 2019

Jenis Cover :Softcover

ISBN :978-602-418-186-4

Harga Buku : Rp. 89.000

 

Uraian Buku :

Buku Yuk Jadi Orangtua Salih Sebelum Meminta Anak Menjadi Salih merupakan buku pertama dari seri Yuk Jadi Orangtua Salih karya Abah Ihsan. Begitu penulis biasa di sapa. Buku ini berisi panduan bagaimana orangtua bisa belajar memperbaiki pola pengasuhan anak dengan memaksimalkan 5 karunia yaitu :

  1. Karunia Belajar
  2. Karunia Konsistensi
  3. Karunia Kiblat
  4. Karunia Mendengarkan
  5. Karunia Al-Shafaat

 

Kelima karunia ini Allah SWT anugerahkan dalam diri anak-anak sejak lahir. Buku ini mengajak orangtua mengelihat kembali cara mengasuh dan mendidik anak selama ini dan  bagaimana memanfaatkan kelima karuna tersebut dalam upaya perbaikan mengasuh dan mendidik anak. Setiap karunia dibahas dalam satu bab dengan penjelasan lengkap dan bagaimana cara memanfaatkan karunia tersebut dijelaskan sangat rinci dalam setiap babnya.

Ulasan :

Sarana Instropeksi Diri

bukuyukjadiorangtua salih

Instropeksi: Pola asuh seperti apa yang anda terapkan?

Kalimat diatas adalah salah satu judul sub bab yang ada pada buku ini. Tepatnya terletak pada halaman 31, masih di bab awal banget. Jadi iya, sebelum nantinya akan diajak belajar cara-cara praktis berkomunikasi dengan anak, pembaca akan diajak terlebih dulu melakukan refleksi pengasuhan “ kita tuh selama ini didik anak bagaimana di rumah? Pola asuh seperti apa yang kita terapkan untuk anak-anak di rumah”. Refleksi dan intropeksi diri ini tidak hanya dijabarkan secara teori saja tapi pembaca akan di minta untuk membuat dua buah tabel refleksi pengasuhan.

Tabel yang pertama adalah TABEL DAFTAR SIKAP ORANGTUA

Pada tabel ini pembaca sebagai orangtua diminta membuat tabel sendiri dan menuliskan daftar sikap atau  perilaku  yang sering dilakukan di rumah dan secara enggak sadar sikap itu membentuk pemahaman berupa label negatif dalam diri anak.

Tabel yang kedua adalah TABEL PERILAKU ANAK

Pada tabel ini orangtua diminta untuk menuliskan daftar perilaku anak yang sering dikeluhkan orangtua dan sering terjadi di rumah. Tidak hanya sekedar menuliskan daftar perilaku tapi juga orangtua di minta untuk memeriksa apakah yang menjadi penyebab anak memunculkan perilaku tersebut, karena faktor pola asuh di rumah atau karena hal lain diluar pola asuh, misalnya faktor sakit, ada masalah di sekolah dan lainnya.

Saat membaca buku ini dan ikut menuliskan daftar sikap orangtua dan perilaku anak. Secara otomatisa saya merasa seperti lagi insptropeksi diri. Misalnya saat menuliskan salah satu perilaku anak dibawah ini

No Perilaku Anak Penyebab diluar pola asuh Penyebab dari pola asuh
 

1

 

 

Tiba-tiba menangis saat tidur di malam hari

 

Sakit perut atau haus

 

Sebelum tidur sempat memarahi atau mengancam anak supaya mau tidur

 

Saat menuliskan tabel ini sudut pandang saya langsung berubah “ Oh iya ya bisa jadi beberapa hari terakhir anak sering tiba-tiba terbangun dan nangis tengah malam penyebabnya bukan karena dia lagi sakit, bisa jadi karena kadang kalau dia susah diajak tidur saya agak marah dan mengancam. Mungkin secara enggak sadar perilaku saya ini terekam di alam bawah sadarnya dan terbawa dalam mimpi sehingga menganggu tidurnya”. Hal ini langsung jadi sarana intropeksi diri untuk merubah sikap dan pola asuh saya ke anak.

Orangtua harus kompak

“Jadi orangtua harus satu suara kalau menasehati anak, kalau beda suara nanti anak kira salah satunya lagi membela”

Nasehat diatas sering banget disampaikan ibu saya kalau lagi bertelepon dan curhat tentang masalah anak. Enggak saya sangka lho ternyata nasehat ibu saya ini sejalan dengan apa yang disampaikan Abah Ihsan dalam buku ini. Kenapa orangtua harus kompak satu suara dalam menerapkan pola asuh? Begini jawaban Abah Ihsan :

“Anda harus mengupayakan kesatuan orangtua terlebih dahulu. Kekompakan Ayah Bunda didepan anak-anaknya sangat penting agar mereka mendapatkan pesan yang sama dari keduanya, dan agar pola asuh baru yang akan Anda terapkan mempunyai legitimasi. Ajaklah pasangan Anda berbicara tentang pola asuh ini dan permasalahan yang dihadapi. Yakinkan dia bahwa pola asuh itu harus ditinjau ulang dan diperbaiki atau diubah”.                                                               

Belajar dari Kasus Nyata

Berbeda dengan buku parenting lainnya yang lebih banyak teori yang terkadang jujur bikin saya agak ngantuk pas lagi baca hahaha dan agak susah buat dipraktekan . Di buku ini hampir setiap bab menyuguhkan kasus-kasus dalam dunia nyata, jadi saat membaca rasanya bisa langsung ada gambaran pada peristiwa seperti apa teknik parenting dalam buku ini bisa dipraktekan.

Beberapa contoh kasus bisa dilihat berikut ini:

Diajak Praktik Langsung

 Selain bisa belajar dari berbagai kasus nyata, di buku ini pembaca juga akan diajak untuk melakukan praktek langsung melalui tabel-tabel perubahan yang disediakan. Salah satu contohnya seperti pada tabel DAFTAR SIKAP dan PERILAKU ANAK yang sudah disampaikan sebelumnya. Selain dua tabel diatas ada juga tabel untuk belajar mengelola sikap dan emosi dengan menuliskan daftar kondisi dimana orangtua sering rentan bersikap kurang tepat ke anak dan bagaimana pencegahannya agar sikap tersebut dapat diubah.

Contoh tabelnya berikut ini:

Kesimpulan :

Empat poin pada bagian ulasan diatas adalah kelebihan yang dimiliki buku ini. Empat poin yang rasanya cukup untuk saya simpulkan bahwa buku ini adalah buku parenting yang patut direkomendasikan. Saya merekomendasikan buku ini  untuk dibaca setiap orangtua. Terutama untuk orangtua yang sering dipusingkan dengan permasalahan perilaku anak dan berupaya untuk melakukan perubahan pada pola asuh yang diterapkan. Buku ini juga saya rekomendasikan sebagai sarana bagi setiap orangtua untuk merefleksikan kembali tujuan pengasuhan kita dalam mendidik anak di rumah. Demi tujuan apakah sebenarnya kita meminta anak menjadi shalih saat dewasa nanti, demi ambisi pribadi semata atau demi mengantarkan anak-anak menjadi manusia yang shalih dengan sebenar-benarnya?

 

Rating : 4.5/5

 

 

 

 

18 thoughts on “Review Buku Yuk Jadi Orangtua Salih

  1. “Kita perlu belajar menjadi orang tua salih dulu sebelum meminta anak kita menjadi salih.”
    Suka banget quote-nya, Bunda 😊 Bukunya juga bagus. Suka dengan gaya penyampaiannya, menuntun orang tua agar introspeksi terlebih dahulu, mengamati perilaku anak, diberi contoh berupa cerita juga 😊
    Oya, saya suka juga dengan gaya tulisannya Bunda, enak dibaca 😊

  2. Jadi orang tua memang harus selalu belajar setiap saat, ya… Beruntung saat ini banyak buku yang angkat tema pengasuhan. Jadi bisa baca supaya dijadikan input juga buat para orang tua. Bukunya lumayan interaktif dong ya kalau ada praktik langsung?

  3. Parenting memang harus dipikirkan sangat cermat. Setelah belajar pun, kadang masih sering kelabakan jika dihadapkan pada kenyataan yang ada. Setidaknya itu yang yuni lihat di sekitar yuni sih. Hehehe

  4. Buku yang menarik buat orang tua ini. Setuju jika mau anak salih orangtua harus salih dulu…Dan masalah kekompakan ini makin besar anak makin sulit nanti hihihi. Si Bapak penginnya A si Ibuk B, anaknya bingung deh.
    memang perlu dibaca para orangtua nih buku Yuk Jadi Orang Tua Salih ini

  5. Masya Allah, luar biada yah. Kita sebagai orang tua emang dituntut untuk terus belajar agar melahirkan generasi yang cerdas dan shalih, terus belajar bisa dari buku

  6. Judul bagus dan sangat menarik, Yuk, Jadi Orang Tua Shalih. Benar banget, agar anak-anak bisa menjadi shalih, sudah seharusnya orang tua menjadi shalih terlebih dahulu..

  7. Buku parentingnya lengkap dan detil banget. Cucok nih buat ortu yang masih belajaran kayak saya. Hanya saja aku sedang menghindari membaca teori parenting. Nggak tahu kenapa, berasa sedang overload saja dengan segala teori di buku. Sekarang lagi belajar lebih natural. Meskipun tetap sambil belajar tapi sifatnya kayaknya menemukan dalam praktik sehari-hari

  8. Wah perlu nih bacaan seperti ini biar lebih memgerti bagaimn mnjadi ortu yg salih untuk mendidik anak mnjdi solih juga. Nice mba!

  9. Setuju! Orang tua salih dulu. Baru bias meminta anak-anak jadi anak salih ya…
    Kan harus memberi contoh. Bukunya bagus ya…Bagus untuk panduan orang tua. Baiknya sih dibaca bareng ayah dan ibu tuh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *