Review Buku Berteman Dengan Demam

buku berteman dengan deman
reviewbuku berteman dengan demam

Pengantar

Menyesal itulah kata pertama yang terpikir saat selesai membaca buku ini. Kok menyesal? Karena isi bukunya kurang menarik kah? Atau karena bahasannya terlalu beratkah? Oh  bukaaaan ituuu, Justru saya menyesal karena sudah beli buku ini sejak tahun 2018 tapi baru selesai dibaca akhir tahun 2019 sekarang, setahun bukunya nganggur tak terbaca hikss . Buku ini baru saya baca kembali saat lagi butuh referensi tentang penyakit asma yang diderita putra pertama saya Naoki. Daaaaaaaan ternyataaa  bahasan mengenai asma ada lho dibuku berteman dengan demam ini ini huhuhu :(.  Pembahasannya juga cukup lengkap mulai dari gejala, cara mendiagnosa, pengobatan, hingga asma action plan. Duhh kemana saja ya selama ini? Sibuk googling sana sini pas anak sakit enggak tahunya ada buku bagus tersimpan di rumah. Tapi ya begitulah manusia terkadang baru tergerak mencari tahu kalau sudah mepet atau butuh. Betuk tidak? Hihi

Oh iya karena saya sudah menyelesaikan membacanya. Dan supaya apa yang sudah saya pelajari dalam buku ini enggak hanya mengendap di kepala. Saya memutuskan untuk membuat review bukunya. Semoga review saya ini bisa bermanfaat juga untuk para Moms yang sedang butuh buku referensi mengenai masalah kesehatan anak sehari-hari.

Data Buku

Judul Buku : Berteman Dengan Demam

Kategori Buku : Kesehatan

Penulis : dr. Afrianto, Sp.A & dr.Nurul I.Hariadi,FAAP

Penerbit : Kata Depan

Jumlah Halaman : 250 Halaman

Cetakan : II

Tahun Terbit : Oktober 2017

Jenis Cover :Softcover

ISBN :979-602-6475-76-3

Harga Buku : Rp. 78.000

Uraian Buku :

Buku Berteman dengan demam adalah buku kategori kesehatan yang membahas berbagai masalah kesehatan anak sehari-hari. Mengacu  dari daftar isinya terdapat berbagai jenis sakit atau penyakit yang umumnya diderita oleh anak-anak  yang dibahas dalam buku ini, antara lain :

  • Demam
  • Kejang demam
  • DBD (demam bedarah dangue )
  • Demam tifoid
  • Infeksi saluran nafas atas (ISPA}
  • Infeksi saluran nafas bawah (TB, pnenomia, pertusuis dll)
  • ISK (Infeksi Saluran Kemih)
  • Alergi ( Dermatitis Atopik, Sinus, Asma dll)
  • Diare dan muntah

Selain membahas penyakit-penyakit diatas, dalam buku ini juga terdapat pembahasan dan tips agar tidak perlu panik dan buru-buru membawa ke dokter saat anak sakit.  Pada bagian terakhir buku juga terdapat pembahasan seputar permasalahan kesehatan pada bayi baru lahir seperti biang keringat atau milia, perut kembung, gumoh dan lain-lainnya.

Ulasan :

Meminimalisir kehawatiran orangtua saat menghadapi anak sakit

Singkirkan Panik Saat Anak Sakit !

Itulah judul tagline pada Blurb di bagian belakang cover bukunya.  Dan menurut saya buku ini cukup mampu mewujudkan apa yang disebutkan dalam taglinenya. Banyak pengetahuan baru yang saya dapat setelah membaca buku ini. Tidak hanya pengetahuan tapi juga rasa tenang karena sekarang jadi lebih paham hal  apa yang perlu dilakukan kalau  anak  sedang sakit.

Disetiap bab yang membahas tentang sakit/penyakit tertentu selalu disuguhkan sebuah cerita pembuka berupa kasus, diawali dengan paparan gejala yang dialami oleh anak dan betapa bingung serta khawatirnya orangtua menghadapi hal ini. Contohnya saat anak mengalami demam. Ketika anak rewel, terus menerus menangis, suhu badan yang terus naik membuat orangtua bingung dan khawatir kalau demamnya kemudian bisa berlanjut menjadi kejang  demam atau step.

bertemandengandemam2 bertemandengandemam3

Untuk menjawab kehawatiran orangtua tentang hal ini maka pada setiap kasus akan ada pembahasan lebih lanjut mengenai  bagaimana demam  sebenenarnya bisa terjadi melalui penjelasan medis yang cukup lengkap, apa yang harus dilakukan orangtua untuk menjaga kondisi anak saat demam, resiko kejang pada demam, serta beberapa hal yang harus dipahami sebelum memberikan penurun panas pada anak dan pembahasan  seputar demam lainnya.

Yang dibahas tidak hanya tentang demam saja. Semua jenis penyakit seperti yang sudah disebutkan pada uraian buku dibahas lengkap dibuku ini.  Saya rasa pembahasan ini cukup banget untuk jadi bekal buat orangtua supaya bisa lebih tenang saat menghadapi anak sakit. Terkadang kan yang bikin drama saat anak sakit itu bukan karena sakitnya saja, tapi kehawatiran orangtua yang berlebihan juga jadi salah satu penyebab. Panik  karena enggak tahu harus bagaimana saat kondisi anak tidak kunjung membaik.   Wajar sih sebenarnya apalagi orangtua baru seperti saya, tapi ya kalau bisa meminimalisir kehawatiran dan jadi lebih tenang saat anak sakit kenapa ga dicoba.

Jangan terburu-buru membawa anak kedokter        

Hal kedua yang ditekankan dalam buku ini selain untuk menghindari panik berlebihan orangtua adalah jangan  buru-buru membawa anak ke dokter. Tapi cukup pelajari tentang penyakitnya dan lakukan perawatan di rumah terlebih dahulu, jika keadaan anak tidak kunjung membaik dalam beberapa hari atau anak menunjukan gejala makin memburuk baru sigap bawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Tidak salah sih sebenarnya kalau mau segera membawa anak ke dokter, tapi jika ternyata penyakitnya bisa sembuh tanpa perlu obat medis dan bisa dirawat di rumah saja, saya pikir lebih menguntungkan bagi anak dan orangtua. Lebih hemat biaya, tenaga dan  juga waktu karena terkadang untuk membawa anak ke dokter anak perlu antri berjam-jam. Pengalaman pribadi nih pernah bawa anak periksa ke dokter anak antri sejak jam 4 sore baru diperiksa jam 8 malam. Padahal anaknya lagi demam tinggi dan rewel. Ga tega sekali rasanya .

Menjawab mitos-mitos sakit pada anak-anak

Anak lagi pilek ga boleh minum es nanti ga sembuh sembuh loh? Atau Lagi diare kok minum susu sih? Makin parah nanti mencretnya. Sounds familiar? Pasti kan, komentar seperti diatas sering banget kita dapat saat anak sedang sakit.

Nah dibuku ini mitos-mitos seputar sakit pada anak juga dibahas. Seperti bolehkah anak sedang sakit batuk-pilek makan eskrim?, bolehkan anak yang sedang diare minum susu? Atau benarkah jika batuk tidak segera diobati akan jadi Pnumonia?.  Mitos-mitos tersebut dijawab oleh penulis menggunakan bahasa yang sederhana namun kredibel karena penulisnya sendiri juga seorang dokter spesialis anak yang sudah mumpuni di bidangnya.

Bijak menggunakan antibiotik

Sedikit cerita dari pengalaman yang pernah saya alami tentang penggunaan antibiotik saat anak sakit. Dulu karena anak saya Naoki sering sakit batpil dan belum ada pengetahuan tentang bagaimana cara merawat anak sakit di rumah. Saya sering terburu-buru membawanya ke dokter, dan oleh dokter di dalam daftar obat selalu diresepkan antibiotik. Pernah saya sekali bertanya kenapa perlu antibiotik? Jawaban dokter karena ada bakteri jadi harus diberi antibiotik untuk melawan bakterinya. Dulu saya ya nurut-nurut saja.

Lalu saya membaca postingan tentang Antibiotik di instagram Dokter Apin. Beliau menjelaskan bahwa saat ini ada beberapa dokter yang dengan mudah memberikan antibiotik  ke pasien tanpa pemeriksaan lab dulu untuk memastikan bahwa memang ada infeksi bakteri pada tubuh anak. Padahal tanpa penunjang hasil lab yang positif, penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru akan membuat tubuh anak menjadi resisten terhadap  antibiotik.  Jlebbb, lansung tersadar dong saya. Karena saya sering mengalami hal ini. Anak diberi antibiotik tanpa ada pemeriksaan lab terlebih dahulu.

Dibuku ini pembaca akan  diajak lebih bijak lagi memahami penggunaan  antibiotik. Supaya penggunaannya bisa tepat guna.

Sulitnya pembaca menemukan topik tertentu

Oh iya karena buku ini memiliki banyak sekali pembahasan, sayangnya pada daftar isi tidak ada SUB BAB sehingga ketika pembaca ingin menemukan topik tertentu sulit untuk langsung menemukan dihalaman berapa topik tersebut dibahas. Contohnya pembahasan untuk Asma. Untuk orangtua yang belum paham bahwa asma adalah salah satu penyakit alergi mungkin tidak akan tahu bahwa ASMA adalah masuk dalam BAB terakhir yaitu ALERGI MAKANAN YANG SELALU BIKIN BINGUNG. Meskipun pada Blurb dihalaman belakang cover tertulis bahwa buku ini membahas asma, pembaca masih perlu membuka halaman-demi halaman untuk menemukan topik tersebut. Jujur agak merepotkan untuk saya pribadi. Seperti juga saat membuat review buku ini, harus bolak balik membuka halaman untuk mencari bahasan topik tertentu. Ada baiknya mungkin jika perBAB ditambahkan SUB BAB juga, contohnya seperti ini:

12.ALERGI MAKANAN YANG BIKIN BINGUNG

12.1 DA (Dermatitis Atopik)

12.2 SINUSITIS

12.3 ASMA

Dengan dibuat seperti ini pembaca juga jadi bisa melihat gambaran jenis alergi apa saja yang dibahas dalam bab ALERGI.

Kesimpulan :

Seusai dengan tujuan utama buku ini dibuat seperti yang tertulis pada blurb  yaitu untuk membekali orangtua ilmu kesehatan anak sehari-hari agar tidak mudah panik dan dapat memberikan pertolongan yang tepat. Menurut saya pribadi buku ini bisa memenuhi apa yang menjadi tujuannya. Cukup banyak bekal pengetahuan yang saya dapat dari membaca buku ini dan insya Allah lebih percaya diri saat menghadapi anak sakit. Buku ini saya rekomendasikan untuk setiap orangtua, terutama orangtua baru seperti saya.

Rating : 4.5/5

 

 

12 thoughts on “Review Buku Berteman Dengan Demam

  1. Bacaan ini sangat cocok untuk bekal ibu-ibu muda ya Mbak. Ntar yuni juga perlu nih kalau sudah menikah dan jadi ibu. Biar nggak panik kalau anak mulai demam dan lain-lain… Hehehe

  2. Buku yang sangat bermanfaat sekali ya Mbak Titik. Jadi semakin bertambah nih wawasan tentang ilmu kesehatan. Saya juga termasuk ortu yang tidak langsung pergi ke dokter saat anak sakit. Dilihat dulu, seberapa parahnya sih, baru ambil tindakan.

  3. Wow, reviewnya lengkap sekali, Mbak Titik. Sebagai ibu kadang rasa panik sering mendominasi, apalagi kalau anak demam tinggi. Sepertinya Buku Berteman dengan Demam ini baik untuk saya baca juga. #ketahuanseringpanikan🤭😁
    Terima kasih sudah menuliskan reviewnya jadi nambah pengetahuan😍🙏🏻

  4. Hihihi … Jadi ingat jaman sulung masih bayi. Saya pergi ke dokter SpA yang kata orang-orang terkenal bagus tapi galaknya minta ampun. Beneran galak, anaknya sakit tapi orangtua yang dicecar. Menyampaikan anak diare lalu ditanya kenapa diare dan orangtua nggak bisa jawab, orangtua dimarahi. Ditanya, di rumah yang mengurus siapa? Ibunya ngapain kok nggak tahu?

    Begitu juga saat anak demam, ditanya, tahu nggak kalau anak dibawa ke dokter kalau demamnya nggak menurun dalam 3×24 jam. Ditanya juga ngerti nggak cara menghitung waktunya tuh gimana, dari pukul berapa sampai berapa.

    Jadi, sejak mengunjungi beliau, aku masih kalem kalau anak-anak demam dan belum sampai tiga hari kecuali kalau muncul gejala lain. Ini yang menulis buku sepertinya sealiran sama beliau ya, Mbak, hehehe …

  5. Waah bagus nih isi bukunya, jadi pas anak sakit demen gak panik. Makasih bun review bukunya, jadi tau ada buku kece begini

  6. Semoga Naoki selalu sehat ya
    Anakku dua-duanya juga ada asama, Mbak…
    Btw, buku yang pas nih buat pegangan orangtua terutama yang suka panikan saat anak demam
    Keren baik buku mauun reviewnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *