Merekam 13 tahun perjalanan Indscript membantu perempuan produktif dari rumah

Tahun 2017 merupakan tahun awal saya mulai  mengenal dunia blogging dan penulisan. Perkenalan dengan dunia blogging ini kemudian membawa saya bergabung di beberapa komunitas penulisan, yang salah satunya adalah  komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis atau IIDN. Selama bergabung di IIDN banyak ilmu dan wawasan baru yang bisa saya pelajari, wawasan dan ilmu baru ini saya peroleh melalui training kepenulisan yang diadakan IIDN maupun melalui  sharing dari penulis dan blogger senior yang begitu murah hati membagikan ilmu dan pengalamannya.

Tak hanya ilmu dan wawasan, melalui IIDN saya  juga dapat mengenal sosok-sosok inspiratif di dunia penulisan yang salah satu sosoknya adalah Teh Indari Mastuti. Teh Indari adalah sosok yang begitu saya kagumi sejak membaca profil dan kiprahnya, juga dari buku  karya beliau yang pernah saya baca. Teh Indari Mastuti  atau yang sering disapa Teh Iin adalah brain behind  : Indscript Writing, Indblack, Indscript Business Women University dan lini-lini bisnis lain di bawah naungan Indscript Creative.

Hari Senin, Tanggal 9 Maret 2020 kemarin, saya mendapat kesempatan bertemu dengan sosok yang saya kagumi ini. Bertempat  di kantor Inscript Creative  bersama rekan-rekan Blogger IIDN Bandung secara langsung saya berkesempatan menyimak cerita perjalanan Teh Indari dalam mengarungi dunia kepenulisan sejak kecil hingga kemudian dapat mendirikan indscript dan sukses bertahan hingga 13 tahun kini.

Nah, Bagaimana kah cerita perjalanan cerita  Teh Indari mengawali karirnya sebagai penulis hingga kemudian bisa sukses membantu banyak perempun bisa produktif dari rumah melalui Indcript ?  Mari simak cerita lengkapnya berikut ini.

Teh Indari kecil sangat suka membaca. Kecintaannya menikmati berbagai cerita lewat majalah dan buku kemudian mulai menginspirasinya untuk bisa menulis cerita juga. “Saya ingin menjadi penulis terkenal” katanya, ia ingin menginspirasi orang melalui cerita yang ia buat sebagaimana ia juga sering terinpsirasi oleh cerita dari berbagai buku yang ia baca.

Langkah awal menjadi penulis ini lalu Teh Indari kecil wujudkan lewat menulis melalui buku diary, ia sering menceritakan kisah keseharian dalam diary-nya. Dari buku diary  kemudian berlanjut menulis menggunakan Mesin Tik, melalui Mesin Tik  ini ia terus belajar mengasah skill menulisnya dengan  mengembangkan cerita yang lebih panjang.

Saat Teh Indari mulai remaja, tepatnya di bangku SMA. Ia kemudian mulai memberanikan diri mengirimkan tulisannya yang dikumpulkan sedari SD ke  berbagai majalah dan surat kabar. Dari rutin mengirimkan tulisan dan mendapat bayaran inilah Teh Indari remaja mulai menyadari bahwa menulis ternyata bisa berpotensi mendapatkan penghasilan.

Menulis tidak pernah Teh Indari  tinggalkan bahkan hingga ia sudah mulai dewasa dan bekerja.

Pengalaman dan kepiawaian menulis yang ia pupuk sejak kecil ternyata sangat membantunya dalam menjalankan tugas pekerjaan, seperti misalnya korespondensi, membuat laporan marketing, membuat marketing plan, dan tugas lainnya yang membutuhkan keahlian menyusun tulisan.

Bakat menulis yang luarbiasa ini juga yang akhirnya mengantarkan Teh Indari ke puncak karir dengan mencoba pengalaman bekerja di berbagai bidang, mulai dari menjadi customer service kemudian jurnalis, pemimpin redaksi majalah, marketing komunikasi, penulis buku biografi tokoh terkenal hingga manager di beberapa perusahaan besar.

Tahun 2007, Teh Indari menikah. Menyadari bahwa dirinya begitu dibutuhkan bagi keluarga, Teh Indari melepas karirnya dan beralih membangun bisnis dari rumah. Dari sinilah kemudian Indscript lahir.

Inscript lahir sebagai pionir agensi jasa penulisan. Indscript menyediakan berbagai kebutuhan terkait dengan tulisan, seperti menerbitkan buku, mencari penulis potensial, promosi buku, hingga membuat konten untuk situs. Agensi jasa penulisan masih sangat jarang ada di indonesia saat itu, dan Teh Indari melihat ini sebagai peluang besar. Karena menurutnya semua bidang pekerjaan pasti membutuhkan jasa tulisan entah itu dalam penyusunan berbagai laporan hingga materi untuk marketing maupun promosi produk.

Tahun 2010 indscript pernah mengalami collapse. Namun indari tidak menyerah, banyak manuver yang ia lakukan untuk bisa mempertahankan indscrip. Dua manuver jitu yang ia lakukan adalah  dengan menambah income perusahaan melalui profit menulis biografi dan memenangkan kompetisi bisnis. Dua manuver ini alhamdulillah pelan-pelan bisa membuat Indscript bangkit kembali dari keterpurukan.

Oh iya, meskipun perusahaan dalam kondisi kurang sehat. Teh Indari masih terus percaya bahwa bisnis jasa penulisan akan tetap bisa bertahan. Kepercayaannya ini ia wujudkan dengan membentuk komunitas IIDN pada tahun 2010. Alasan kuat Teh Indari  justru mendirikan komunitas IIDN saat indscript justru sedang “kurang sehat” karena ia melihat peluang kebutuhan penulis yang semakin banyak. Dan peluang yang diperkirakan oleh Teh Indari ini terbukti, saat ini IIDN  masih aktif dan terus bertumbuh, IIDN telah memiliki 5000 lebih anggota.

Sama seperti IIDN, Bisnis Indscript pasca kebangkitan dari collapse juga ikut terus bertumbuh, Indscrip yang awalnya merupakan agensi jasa penulisan kini telah bermetamorfosa menjadi pusat pemberdayaan untuk ibu rumah tangga. Saat ini bahkan indscript telah melebarkan sayapnya dengan membentuk beberapa lini bisnis, antara lain:

Indscript writing adalah lini bisnis Indscrip yang pertama dan tetap bertahan hingga saat ini. Beberapa program yang ada dalam Indscript Writing diantaranya penulisan buku biografi, sekolah perempuan, dan yang terbaru adalah program Bukuin Aja.

Bukuin Aja adalah program yang membantu penulis pemula untuk dapat menerbitkan buku dalam bentuk antologi bersama kontributor lain. Biaya yang disyaratkan untuk dapat mengikuti program ini cukup terjangkau yaitu 300Ribu saja. Penulis pemula akan berkesempatan menerbitkan buku pertamanya dan mendapat 2 buku yang sudah dicetak untuk tiap penulis yang menjadi kontributor. Indscript saat ini sudah memiliki percetakan buku sendiri sehingga naskah peserta yang mengikuti program Bukuin Aja bisa terbit lebih cepat.

Indscript Business Woman University atau IBU dulunya bernama Indscript Training Center. Lini bisnis ini dibentuk khusus untuk perempuan yang ingin belajar berbisnis dar NOL. Melalui training di IBU ini Teh Indari ingin menjembatani para perempuan khususnya Ibu Rumah Tangga agar dapat menjalankan bisnis dengan cara yang semestinya. Beberapa program yang di tawarkan dalam training ini adalah BOW (Bimbingan Optimasi WA), Kelas Kelola Keuangan, Reparasi Bisnis dan lainnya.

Selain program training, IBU juga menawarkan produk penunjang bagi mompreneur seperti di bawah ini:

Tahun 2017 The indari mendirikan Indblack Retail yang bergerak di bidang fashion. Produk utamanya adalah  Handsock Premium Handmade dengan ciri khas warna hitam dengan aneka payet yang semakin mempercantik tampilan.

Sayangnya dalam acara kemarin Teh Indari harus mengumumkan bahwa Indblack Retail dan indblack.com tidak akan lagi beroperasi dan secara resmi akan ditutup per tanggal 1 april 2020. Keputusan penutupan ini diambil dengan Teh Indari dengan dua pertimbangan:  Pertama, sistem yang telah ia bangun di Indblack tidak sebaik di Indscript Writing sehingga menimbulkan banyak permasalahan. Kedua, Teh Indari merasa bahwa passion bisnisnya adalah di bidang penulisan, bukan di bidang lain selain menulis sehingga melepas Indblack adalah keputusan terbaik dan fokus konsentrasinya bisa ia curahkan pada lini bisnis indscript lain yang memang Teh Indari sangat passionate di bidangnya.

Kuninikita adalah produk kolaborasi Teh Indari dengan Teh Dian Aryanti.  Di Kunikita Teh Indari berlaku sebagai Co-founder sedangkan Teh Dian sebagai Founder-nya. Kunikita adalah lini bisnis di bidang kuliner berupa aneka cemilah unik, salah satu yang terkenal adalah Banarola (Banana Roll).

 

Berawal dari kecintaan terhadap menulis tak terasa kini Teh Indari bersama indcript telah 13 tahun berjalan beriringan membantu banyak perempuan untuk terus bisa berkarya dari rumah, entah itu berkarya melalui tulisan maupun melalui bisnis yang dibimbingnya lewat komunitas maupun training online.

Kiprah Teh Indari ini telah diganjar dengan berbagai penghargaan, dua diantaranya adalah Perempuan Terinspiratif Indonesia Majalah Kartini 2012 dan 100 Perempuan Pilihan Indonesia Mengubah dengan Cinta SunLight 2013.

Semoga kiprah Teh Indari ini bisa terus berlanjut dan juga bisa terus menginspirasi dan memotivasi banyak perempuan di indonesia untuk bisa terus berkarya tanpa mengesampingkan keluarga, seperti yang Teh Indari cita-citakan saat awal mendirikan Indscipt 13 tahun lalu. Akhir kata, Selamat Milad Indscript dan teruslah berjaya dan semakin menginspirasi !!

 

Salam

Titik Wihayanti

 

 

 

 

 

One thought on “Merekam 13 tahun perjalanan Indscript membantu perempuan produktif dari rumah”

  1. Perjalanan hidup Teh Indari sangatlah menginspirasi, beliau juga memberdayakan Perempuan di sekitarnya agar mandiri. Keren banget. Semoga Kita bisa mencontoh semangat, kerja keras dan sikap humble dari Teteh. Seneng juga kemarin bisa ketemu sama Teh Titik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *