Mampir ke Alun-Alun Kota Batu yang Unik

Bicara soal taman kota, dulu saya kira taman kota yang indah dan tertata di indonesia itu hanya ada di Kota Bandung. Bandung memang terkenal memiliki banyak taman kota yang cantik.  Taman-taman kota yang semenjak kepemimpinan walikota Ridwan Kamil hampir seluruhnya direvitalisasi. Salah satu yang paling cantik dan kidsfriendly adalah  Taman  Balai Kota Bandung yang terletak di Jalan Watukencana, Taman ini memiliki Kolam Renang, Playground, Tempat Budidaya Tanaman, Minizoo, Air Mancur dan Bandros yaitu bus tingkat untuk keliling kota Bandung.

Tapi saat berlibur ke Malang kemarin, ternyata ada taman lain yang juga tak kalah indah dan unik. Taman tersebut adalah taman kota yang ada di daerah Batu. Bukan taman kota sih sebenarnya tapi alun-alun, alun-alun tapi bentuknya taman ehh gimana ?, Pokoknya alun-alun ini berupa taman kota.Muter-muter bae Hahaha

Yang bikin saya terkesan dengan taman ini selain tentu saja karena bersih dan tertata, juga karena ada banyak wahana hiburan yang murah meriah bahkan ada yang gratis. Nah gimana sih memang penampakan tamannya dan ada wahana hiburan apa saja disana? Simak cerita lengkapnya berikut ini ya.

Pagi itu kami berangkat menggunakan gocar sekitar jam 8 pagi menuju kota Batu. Kami berangkat cukup pagi tujuannya untuk menghindari macet di siang hari karena saat itu masih tanggal 2 januari, masih suasana liburan tahun baru. Katanya kalau sedang musim liburan begini di Batu sering sekali macet.

Tujuan kami ke Batu sebenarnya adalah ke Dino Park di Jatimpark 3 tapi ternyata sampai di Dino Park jam bukanya masih siang yaitu jam 12. Daripada GAJE (Enggak Jelas) menunggu di depan JatimPark,  kita memutuskan jalan-jalan saja ke alun-alun kota Batu.

Sesampainya kami di alun-alun kota Batu saya langsung terkesima dengan bianglala berukuran besar.

alun alun kota batu
Bianglala alun-alun kota Batu

Bianglala ini ternyata salah satu hiburan yang ditawarkan di taman ini. Seru ya di taman tengah kota ada Bianglala seperti ini.

Setelah berfoto di Bianglala, kami masuk ke dalam taman. Sekilas seperti taman pada umumnya ada air mancur dengan ikon Apel Malang ditengah, bangku kecil untuk duduk-duduk, pohon-pohon yang rindang, aneka bunga dan juga ada semacam gua  berbentuk Apel Malang.

alun alun kota batu
Duduk di kursi taman
alun-alun kota batu
air mancur dengan ikon apel malang
alun alun kota batu
Gua berbentuk apel malang

Ketika mata saya sedang sibuk mengitari sekeliling taman terlihat ada satu area yang cukup ramai dengan riuhnya suara anak-anak. Penasaran, kami bertiga menuju kesana dan ternyata ada playground lumayan besar dengan kondisi sangat bersih dan terawat. Suara riuh tadi ternyata berasal dari anak-anak yang sedang bermain di sana.

alun alun kota batu
Playground di alun-alun batu yang luas,bersih dan terawat

 

Di bandung hampir tiap taman kota juga ada playgroundnya tapi di alun-alun Batu ini beda. Lebih “niat” menurut saya.Naoki sempet mencoba bermain di playgroundnya dan ternyata gratis.

Sekitar jam 10 pagi setelah puas  main di playgroud ternyata wahana bianglala sudah dibuka. Suami sempat mengajak Naoki untuk naik bianglala tapi anaknya menolak dan justru tertarik dengan permainan Carousel yang ada di bawahnya. Ternyata ada wahana lain selain Bianglala.  Saya dan suami enggak  nyadar ada permainan Carousel  disana haha. Permainan Carousel ini disebut dengan Mary Ground.Karena Naoki sudah enggak sabar minta naik, saya bergegas membeli tiket di loket. Dan harganya murah banget cuma 5 Ribu rupiah.

alun alun kota batu
Tiket Carousel

Naoki senang sekali bermain di taman ini.

alun alun kota batu
Carousel di alun alun kota batu
alun alun kota batu
Naoki naik carousel

Setelah capek main ditaman selama sekitar 2 jam, kami mulai lapar karena di penginapan tadi hanya sempat sarapan roti tawar saja. Suami kemudian mengajak mencari makanan di sekitar area taman untuk mengisi perut kami yang keroncongan.Kami keluar area taman mencari warung makan yang menjual nasi pecel eh tapi justru melihat ada pasar samping taman. Pasar Laron namanya. Saya langsung mengajak suami ke sana karena biasanya di pasar ada banyak warung makan yang rasanya masih otentik dan juga murah hehe  #TimEmakHemat

alun alun kota batu
Pasar Laron

Benar saja baru sampai pintu masuk pasar kami menemukan warung tenda kecil yang menjual nasi pecel. Masya Allah pucuk dicinta ulam tiba. Kami berbasa basi sebentar dengan penjual lalu memesan 3 porsi : 1 porsi nasi urap, 1 porsi nasi pecel, dan 1 porsi nasi polos dengan perkedel untuk Naoki.

kuliner kota batu
Menu yang kami pesan

Rasa makanannya rasanya lumayan enak. Karena saya dan suami asli suku jawa, dan memang lagi kangen dengan nasi pecel maka makanan yang kami santap ini terasa pas di lidah kami.

Makan bertiga

Usai makan kami membayar dan kaget banget. Untuk 3 porsi makan plus 1 botol air mineral cukup membayar 25ribu saja. Masya Allah murah sekali kan?  Kami lalu berpamitan dengan penjual dan bergegas memesan gocar untuk next destination yaitu Dino Park.

Itulah cerita singkat kami mampir ke alun-alun kota batu yang bersih, rapi dan unik. Semoga bisa jadi referensi teman-teman kalau sedang berkunjung ke Kota Batu ya.

Salam
Titik Wihayanti

7 thoughts on “Mampir ke Alun-Alun Kota Batu yang Unik

  1. Aku lapeeer lihat penampakan nasi pecel dan urap, enak tenan ituuu
    Hampir tiap tahun aku ke Batu atau Malang, karena 2 jam aja dari Kediri, kampungku.
    Tapi belum pernah mampir ke alun-alun Batu. Cuma lewat saja. Ya ampun pantes ramai ternyata asyik dan seru ya..Ya udah kapan -kapan mampir akuu.

  2. Walah … Aku gagal fokus sama foto Dokar, eh andong, eh apa ding itu namanya yg nongkrong di depan pasar Laron? Kayaknya seru banget naik begituan keliling alun-alun kota.

  3. Wah aku kemarin pas ke Malang gak sempet mampir sini Mom. Padahal niat dr awal sih mau main ke alun-alun hehehe. Apa daya nak kanak udah kecapekan. Jadilah diskip aja. Papinya yang udah pernah nongkrong dimarih. Next time ke sini lagi harus mampir deh kayaknya.

  4. Wah main ke Batu, sayang ya mbak belum bisa meetup. Kalau ke malang lagi kabar-kabar atuh, sapa tahu pas aku main ke batu juga. Anakku pun senang banget kalau ke kota batu dan kami juga selalu baik bianglala meskipun saya fobia ketinggian, demi anak-anak ya naik aja, hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *