Kiat sukses asi eksklusif untuk ibu bekerja

Halo Ibu, adakah Ibu di sini yang sedang menjalani program asi eksklusif untuk buah hatinya. Jika iya, kali ini saya mau berbagi sedikit kiat yang bisa Ibu terapkan agar program asi eksklusif untuk buah hatinya dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Kiat-kiat ini saya susun berdasarkan pengalaman pribadi saat dulu menjalankan program asi eksklusif sambil bekerja juga. Alhamdulillah berjalan lancar selama 6 bulan bahkan bisa berlanjut terus hingga usia anak 1 tahun. Selengkapnya kiat apa saja yang akan saya bagikan bisa disimak berikut ini ya :

  1. Pahami mengapa asi penting bagi anak

Proses mengASIhi bagi ibu bekerja sesungguhnya bukan sebuah proses  yang mudah. Dalam perjalanannya pasti akan ditemui kendala dan dibutuhkan banyak pengorbanan baik materi atau mental. Karena proses mengASIhi adalah sebuah perjuangan. Salah satu kekuatan utama ketika akan melakukan sesuatu yang kita anggap sebuah perjuangan besar adalah dengan memiliki motivasi kuat. Motivasi ini akan nantinya akan menjadi pengingat ketika mental sedang down. Motivasi paling utama dalam proses menjalani ASI eksklusif adalah memahami bahwa “ASI ITU PENTING”, asi penting tidak hanya untuk kesehatan tapi juga perkembangan bayi. Saat ini sudah banyak sekali artikel, buku bahkan jurnal ilmiah yang membahas pentingnya asi. Cari tahu mengapa asi itu penting, semakin kita tahu akan semakin yakin bahwa pilihan kita adalah yang terbaik. Bahwa meskipun menjadi ibu bekerja dan terpaksa meninggalkan si kecil  dirumah namun kita tidak meninggalkan asupan terbaik untuk bekal pertumbuhannya yaitu ASI.

Berdasarkan pengalaman pribadi yang  mungkin ini juga yang dialami ibu- ibu pejuang asi lainnya. Dimasa awal 6 bulan pertama dimana anak masih ASI eksklusif sejujurnya terkadang saya tergoda memberikan susu formula untuk anak, hal ini saya alami biasanya saat badan sedang lelah dan penat tapi selalu saya urungkan mengingat betapa pentingnya ASI bagi masa awal kehidupan anak. Dan memang secara langsung saya merasakan banyak sekali manfaat ASI yaitu : bayi yang sehat, daya tahan tubuh yang bagus, serta bonding.  kelekatan dari proses menyusui membuat anak masih selalu ingin dekat dengan saya meskipun saya tinggal 8 sampai 10 jam dalam sehari.

  1. Cari informasi sebanyak mungkin mengenai manajemen ASIP (asi perah)

Setelah mengetahui mengapa asi itu penting. Selanjutnya cari tau bagaimana cara kita tetap bisa memberikan asi ke anak melalui asi perah. Menyimpan asi perah tidak bisa dilakukan sembarangan hanya dengan disimpan dikulkas, dipanaskan lalu dituang ke dalam dot namun ada cara yang tepat bagaimana menyimpan asi dalam botol, cara menyimpan yang aman di freezer hingga bagimana cara memberikan asi tersebut ke anak. Tata cara ini disebut dengan management asi perah.

Dahulu saya mulai belajar mengenai management asi perah sejak usia kehamilan 5 bulan. Saat itu saya banyak membaca artikel dari duniasehat.net website asuhan dr. Anissa Karnadi. Selain itu saya juga banyak membaca buku, salah satu buku yang saya rekomendasikan adalah buku SUPERBOOK FOR SUPERMOOM. Buku ini sangat lengkap membahas banyak hal mulai dari kehamilan, ASI, MPASI, kesehatan anak hingga membahas mitos-mitos tentang perawatan anak. Saya juga mengikuti milis atau group sharing ibu-ibu menyusui di internet salah satunya yang bisa saya rekomendasikan adalah group facebook Sharing ASI – MPASI. Di dalam group ini banyak ibu ibu yang melakukan tanya jawab dan berbagi banyak hal mengenai asi hingga MPASI.

Setelah melahirkanpun saya tetap memperkaya pengetahuan saya mengenai management asi. Selain dari 3 sumber referensi yang sudah saya sebutkan diatas . Saya juga banyak belajar di instagram yaitu melalui  akun-akun penggiat asi eksklusif yang dengan baik hati rajin berbagi kepada ibu ibu, salah satu akun di instagram yang saya rekomendasikan adalah @asiku.banyak, dalam akun tersebut lengkap sekali membahas mengenai management asi berdasarkan pengalaman adminnya yang seorang working mom dan sukses asi eksklusif.

  1. Minta dukungan suami dan keluarga terdekat

Perjalanan memberikan asi sebenarnya bukan hanya perjuangan ibu saja tapi perjuangan berdua bersama ayah. Sulit rasanya seorang ibu bisa sukses menjalankan asi eksklusif sendirian tanpa dukungan dari suami. Karena suami adalah orang yang paling dekat dengan ibu, orang yang paling tahu bagaimana keseharian ibu. Meminta dukungan beliau ketika asi seret supaya tetap optimis  atau meminta pengertian beliau untuk menjaga anak sebentar ketika ibu sedang pumping tengah malam adalah bentuk bentuk dukungan suami yang sangat berarti bagi ibu . Selain suami lingkungan sekitar juga perlu diberi edukasi mengenai rencana kita akan memberikan asi perah selama bekerja. Orangtua atau mertua perlu diberi tahu juga alasan mengapa ibu dan suami memutuskan untuk memberikan asi perah. Komentar seperti “apa ga basi asinya” atau “Takut ga cukup dibantu pakai susu formula saja” akan sering ibu dengar dari mereka. Harap maklum karena asi perah masih merupakan hal baru bagi orangtua kita.  Dengan berbekal pengetahuan kita mengenai managemen asi perah yang sudah dipelajari sebelumnya, pelan-pelan sebaiknya jelaskan ke orangtua kita dengan bahasa yang santun dan tidak terkesan menggurui mengapa ibu dan suami memilih asi perah, manfaatnya dan bagaimana tatacaranya. Dengan lingkungan yang teredukasi maka dukungan kita akan semakin luas. Dengan dukungan dari orang – orang terdekat maka perjuangan asi eksklusif akan semakin mudah dijalani.

  1. Stok asi perah jauh jauh hari sebelum masuk kerja kembali

Stok asi perah dari jauh jauh hari sebelum kembali masuk kerja tujuannya agar nanti saat sudah kembali bekerja sudah ada banyak stok ASIP di rumah sehingga di kantor tidak perlu terlalu kejar setoran pumping. Lebih lengkap pembahasan bagaimana cara melakukan stok ASIP dapat dilihat pada artikel saya yang lain yaitu di sini.

  1. Rajin konsumsi buah sayur atau suplemen pelancar asi

Untuk menjaga supaya asi tetap melimpah dan saat pumping hasilnya banyak botol yang terisi adalah rajin mengkonsumsi buah-buahan, sayuran hijau, minum air putih yang banyak. Bahkan jika perlu ibu bisa mengkonsumsi suplemen atau minuman pelancar asi.  Dan khusus saat di kantor,  karena setidaknya ibu akan melakukan 3 hingga 4 kali pumping maka setiap setelah pumping usahakan segera mengkonsumsi buah-buahan,  atau cemilan seperti kacang-kacangan dan air putih. Buah. Kacang dan air putih bisa dipercaya bisa meningkatkan produksi asi sehingga saat jadwal pumping jam berikutnya ASI yang diperah hasilnya akan lebih banyak.

  1. Buat jadwal dan jangan malas untuk pumping

Pumping yang terjadwal akan memudahkan Ibu dalam mengatur waktu kerja di kantor. Selain memiliki jadwal yang juga penting dilakukan adalah jangan malas atau menunda pumping. kalau sering menunda maka akan beresiko ASI dalam payudara ibu menjadi penuh. Jika terlalu penuh akan terasa sakit dan beresiko mengalami masitis. Lebih lengkap pembahasan mengenai jadwal pumping bisa dilihat pada artikel saya yang lain yaitu di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *