2

Kalimat sederhana dari Bu Geni tentang pernikahan

Beberapa hari yang lalu saya baru selesai membaca sebuah buku, buku berisi kumpulan cerpen dari salah satu media terkemuka di indonesia. Ada satu cerita dari cerpen yang menarik perhatian saya, cerita tentang Bu Geni seorang perias pengantin nyentrik yang hanya bisa bekerja dibulan desember dan menganggap semua bulan adalah bulan desember. Cerpen ini merupakan karya dari sastrawan Arswendo Atmowiloto. Bu Geni sering memberi wajangan bagi para calon pengantin. Ada banyak kalimat menarik yang dilontarkan Bu Geni dalam beragam wajangannya, salah satunya yang paling saya suka adalah kalimat berikut ini:

Yang diperlukan hanya sedikit keberanian dan banyak kebodohan, itulah modal kawin. Dan untuk bercerai, diperlukan banyak keberanian dan sedikit kebodohan

Begitu saja kalimatnya, tidak ada penjelasan apa maksud kalimat tersebut dalam cerpennya. Apakah anda langsung mengerti ketika pertama kali membaca kalimat diatas? Mungkin iya, tapi saya tidak, bahkan saya sampai harus bertapa dikaki gunung semeru untuk memahami kalimatnya, Hahaha ini bercanda. Tapi menurut hemat saya mungkin begini maksud dari kalimat pertama : Continue reading

1

Review “DILAN, dia adalah dilanku tahun 1990” karya Pidi Baiq.

“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja” (Dilan 1990)

“Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang.” (Dilan 1990)

“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.” (Dilan 1990)

Saat membaca kutipan diatas semua pasti tahu kalo novel yang akan saya review ini adalah novel romantis atau percintaan, saya sebenarnya kurang suka dengan novel percintaan, tapi berbeda untuk novel yang satu ini, ingin tahu alasannya? Silahkan baca reviewnya berikut:

Dilan adalah novel karya pidi baiq yang baru saja diterbitkan pada bulan april 2014, Novel ini menceritakan tentang romantisme seorang pria bernama dilan yang mencoba mendapatkan hati seorang perempuan bernama milea dengan cara yang sangat unik dan tidak biasa, contohnya saat pertama kali dilan bertemu milea bukannya diajak berkenalan justru malah meramal milea akan bertemu dengannya dikantin, dilan selalu mengirimkan cokelat lewat tukang koran, tukang post sampai petugas PLN, saat milea sakitpun dilan justru mengirimkan tukang urut bukannya mengirim buah atau bunga, saat milea ultah dilan memberinya kado berupa TTS yang sudah di isi semua oleh dilan. Alasannya? karena dia tidak ingin milea repot – repot mengisi TTS tersebut dan masih banyak lagi cara – cara unik dan misterius khas dilan dalam mencoba membuat milea jatuh cinta kepadanya. Cara-cara dilan ini menurut milea unik dan romantis karena seolah olah dilan mengajak orang orang bersekongkol untuk membuatnya bahagia

Continue reading

0

Resensi: Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin Karya Tereliye

“Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.
Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.
Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.
Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.”

Itu adalah kalimat pembuka yang saya copy dari akun goodreads tere liye, dari membaca kalimat pembuka diatas kita pasti sudah sangat tahu bahwa novel ini adalah novel bertema cinta
ya benar, sangat mengharu biru membaca novel ini, sesekali saat baca saya terpaksa harus berhenti untuk menarik nafas dalam dalam karena saya sangat bisa merasakan apa yang TANIA , sang tokoh utama novel ini rasakan.

Novel ini bercerita tentang tania, gadis kecil berumur 12 tahun yang terpaksa putus sekolah, Continue reading