Bunda, Yuk coba 6 cara ini agar putra-putrinya tumbuh jadi anak gemar membaca

Di era millenial saat ini banyak orangtua baru yang semakin sadar pentingnya menanamkan gemar membaca sejak dini. Hal ini terbukti dengan selalu ramainya pengunjung yang datang ke event-event bazar buku diskon seperti BBW (Big Bag Wolf) atau Mizan OOTB. Mulai berjamurnya penerbit buku anak  dan toko-toko online yang menyediakan buku-buku untuk anak. Juga saat ini mulai banyak penggiat literasi anak dan penggiat read aloud (membaca nyaring) seperti Komunitas Readingbugs dan juga Hello Library yang juga tidak pernah luntur semangatnya mengajak para orangtua untuk menanamkan gemar membaca untuk putra putrinya sejak dini.

Kesadaran ini tumbuh didasari akan banyaknya  manfaat membacakan untuk anak, apalagi jika ditanamkan sejak dini. Beberapa manfaat membacakan buku untuk anak antara lain :

  • Memperkaya kosakata anak
  • Meningkatkan keterampilan komunikasi
  • Melatih konsentrasi
  • Mempererat bonding orangtua dan anak
  • Mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak

Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh dari membacakan buku untuk anak. Manfaat ini terbukti saya rasakan pada Naoki. Saya mulai membacakan buku untuknya sejak usia 6 bulan. Di usia 1.5 Tahun kosakata yang  ia kuasai sudah cukup banyak.  Saat ini di usianya yang hampir 4  tahun kemampuan berkomunikasinya sudah berkembang dengan sangat baik. Fokus dan konsentrasinya sudah cukup panjang sehingga mudah untuk diajak belajar mengaji. Bonding antara saya dan anak juga terbangun sangat baik, sehingga ia mudah dimanaje dan jarang sekali rewel.

Tidak hanya bermanfaat di usia dini, kebiasaan membaca buku yang terbangun dalam diri anak hingga dewasa secara tidak langsung akan mempengaruhi kepibradian dan cara berpikirnya. Seseorang yang senang membaca biasanya memiliki pemikiran yang lebih kritis. Tidak mudah percaya pada hal-hal yang belum bisa dibuktikan kebenarannya, tidak akan mudah termakan hoax karena terbiasa membaca suatu berita atau informasi secara lengkap. Memiliki pemikiran terbuka dan tidak mudah menghakimi sesuatu karena terbiasa membaca banyak pemikiran dari berbagai sudut pandang penulis . Memiliki banyak ide dan kreatif karena isi kepalanya selalu terisi dengan pengetahuan baru yang ia dapat dari membaca buku.

Oh iya tahukah bunda bahwa di tahun 2017 data statistik di UNESCO menyebutkan indonesia berada pada peringkat 2 terbawah atau tepatnya berada pada peringkat 60 dari 61 negara dengan tingkat literasi rendah. Dengan orangtua giat menanamkan gemar membaca sejak dini maka hal ini secara tidak langsung dapat  membantu negara kita dalam meningkatkan kesadaran literasi.

Lalu dengan mengetahui banyaknya manfaat dan pentingnya kesadaran literasi, tentu bunda ingin tahu bagaimana agar anak tertarik dibacakan buku dan akhirnya tumbuh menjadi anak yang gemar  membaca hingga dewasa, Yuk simak beberapa cara yang bisa diterapkan berikut ini:

  1. Mengenalkan buku sejak dini

Semakin dini anak dikenalkan buku semakin mudah mmebuatnya tertarik dan jatuh cinta pada membaca. Mengenalkan buku sejak dini dapat dimulai sejak anak berusia 3 bulan, bahkan ada beberapa literatur yang menyebutkan bahwa mengenalkan cinta membaca melalui buku dapat dimulai sejak anak dalam kandungan, dengan cara sering membacakan cerita dongeng dengan suara keras di dekat perut ibu. Lalu di usia 3 bulan anak bisa mulai dikenalkan dengan buku-buku high contras berwarna hitam putih yang bermanfaat untuk menstimulasi indra penglihatannya. Selanjutnya di usia 6 bulan – 1 Tahun, anak bisa mulai dikenalkan pada buku-buku kain yang aman tergigit karena di usia ini anak masih dalam fase oral, sehingga buku yang dipilih harus aman saat tergigit anak. Diusia 1-2 tahun keatas anak mulai bisa dikenalkan dengan buku boardbook yang tebal sehingga awet dan tidak mudah sobek.

  1. Membacakan buku yang diminati anak

Untuk membuat anak tertarik dan tidak kabur saat dibacakan buku sebaiknya Bunda memilihkan buku yang menarik dan temanya disenangi oleh anak. Untuk mengetahui buku apa yang diminati anak bisa bunda amati dari hal-hal yang sedang disenangi anak saat itu. Contohnya saat usia 1 tahun anak saya sedang ada dimasa suka sekali dengan segala hal yang berhubungan dengan kendaraan. Mobil, pesawat, kapal dan lain-lainnya. Maka saya membelikan buku bertema transportasi, hasilnya alhamdulillah anak selalu antusias saat dibacakan buku.

Selain memilihkan buku yang diminati anak. Untuk menarik minat anak terhadap buku Bunda juga bisa memilihkan buku yang memiliki fitur-fitur tertentu. Contohnya buku dengan fitur pop up, flip flap, touch and feel, sound book dan lain-lainnya. Saat ini buku-buku dengan fitur tersebut sudah banyak tersedia di marketplace ataupun di toko-toko buku online.

  1. Membacakan buku dengan cara yang menarik

Cara lain yang dapat bunda coba agar anak antusias saat sesi baca buku adalah dengan dibacakan dengan cara yang menarik. Salah satu teknik membacakan buku untuk anak yang bisa Bunda Coba adalah READ ALOUD. Read Aloud adalah membacakan buku untuk anak dengan suara nyaring dan intonasi naik turun mengikuti alur cerita dalam buku. Selain membaca secara nyaring dalam Read Aloud juga memperbolehkan adanya interaksi tanya jawab untuk membuat anak bisa lebih memahami isi bacaan.

Lebih lengkap tentang Read Aloud bisa bunda baca buku berjudul Read Alound Handbook karya Jim Trelese atau buku Membacakan Nyaring karya Rossie Setiawan.

  1. Menyediakan buku pada rak yang bisa dijangkau anak

Simpan buku ditempat atau rak yang mudah dijangkau anak. Tujuannya agar ia sering terpapar dengan buku. Jika anak sering terpapar dan melihat meskipun tadinya tidak mau  maka lama-lama anak akan tertarik dan mau mengeksplore isi buku. Tujuan lainnya agar bisa memberi kesempatan dan kepercayaan ke anak untuk memilih sendiri buku yang ingin dia baca.

  1. Jangan berhenti membiasakan meskipun anak sudah bisa membaca

Beberapa studi menjelaskan bahwa anak-anak yang terbiasa dibacakan buku sejak kecil akan memiliki kemampuan literasi yang lebih baik dibanding anak yang baru dibacakan buku saat usia sekolah. Kemampuan literasi yang lebih baik ini akhirnya mendorong anak untuk bisa membaca lebih cepat. Seperti contohnya anak saya di usia 3.5 Tahun sudah mulai tertarik mengeja huruf. Meskipun anak nantinya sudah bisa membaca buku sendiri sebaiknya kebiasaan membacakan buku untuk anak tetap dilanjutkan, tujuannya agar kebiasaan ini nantinya bisa terus menemani anak hingga dewasa lalu akan membentuk kepribadiannya menjadi cinta membaca seumur hidupnya.

  1. Orangtua menjadi teladan dengan mencontohkan

Jika Bunda mengingikan anak tumbuh menjadi anak yang gemar membaca maka orangtua perlu mencontohkan dengan sering membaca buku didepan anak. Tunjukan bahwa membaca adalah kegiatan menyenangkan yang juga disukai orangtuanya. Jika mungkin bunda bukan tipe yang senang membaca bisa disiasati dengan membaca bacaan yang ringan seperti majalan, koran atau novel-novel yang menarik minat Bunda.

Itulah beberapa cara yang bisa Bunda coba untuk menumbuhkan gemar membaca sejak dini. Semoga bisa terapkan untuk putra-putrinya. Selamat mencoba.

14 thoughts on “Bunda, Yuk coba 6 cara ini agar putra-putrinya tumbuh jadi anak gemar membaca

  1. Agak prihatin sih sekarang, soalnya minat membaca Masyarakat kita rendah di banding negara tetangga misalnya jepang dll. Harus ada penanaman minat baca dari kecil, menurut q àgar anak2 tidak asing dengan buku harus menyediakan buku yg menarik misalnya jenis buku yang bergambar dll

  2. Miris juga ya karena Indonesia termasuk peringkat kedua terbawah dengan tingkat literasi yang rendah. So peran ortu sangat dibutuhkan sekali ya Mbak agar setidaknya bisa mengenalkan anak dengan buku2 sejak dini. Noted juga buat saya nih tipsnya. Semoga bisa saya terapkan ke anak.

  3. Terimakasih infonya mbak. Saya banget ini, ingin membuat Julio cinta buku dan gemar membaca,L. Jadi sekarang sering ku baca kan dengan nyaring kayak berdongeng gitu, ku taruh bukunya dekat keranjang mainan dan tak lupa selalu belanja buku setiap bulan hehehe

  4. terakhir ini aku udah jarang baca buku, ternyata hobi masa kecilku tetap menurun pada anak. Sekarang di usia 10 tahun dia menjadi anak yg paling banyak membuku di kelas. Semua guru kelasnya sejak 2 tahun yang lalu memberikan respon positif thd perkembangan pengetahuan umum anakku yang katanya melebihi anak-anak seumurnya. Meskipun kadang deg-degan juga dengan pertanyaan dewasanya, misalnya tentang reproduksi & sejenisnya yg memang dia dapatkan dari buku 🙂

  5. Alhamdulillah, putri sulung saya termasuk predator buku 😉
    Sejak kecil memang sudah saya kenalkan dg buku, juga datang ke event Malang Islamic Book Fair. Di sini tidak ada Big Bad Wolf sih. So, tips yg Mbak sebutkan memang terbukti kok. Sip

  6. kalau saya membacakan buku dg cara menariknya yakni dg membuat suara2 yg berbeda untuk setiap tokoh di cerita. pun mengajak si kecil mencari mana benda2 yg saya sebutkan di dalam buku ceritanya. anak saya baru 2 tahun tapi suka membaca buku sendiri, sok bisa baca gitu gayanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *