ASI EKSKLUSIF UNTUK IBU BEKERJA PART IV : Jadwal Pumping dan Manajemen ASIP

Akhirnya sampai di bagian akhir, setelah semua peralatan dan persiapan oke selanjutnya saatnya praktik menjalanankan rutinitas asix saat sudah kembali bekerja.
Seperti yang sudah sering saya sampaikan sebelumnya, Tips sukses  dalam menjalani asix ini adalah tekun dan disiplin. Semua rutinitas terutama jadwal pumping harus dipatuhi karena hal ini akan berpengaruh pada ketersediaan jumlah stock asip dan juga kenyamanan kita selama dikantor. Dari pengalaman dulu, sekali saja malas pumping maka jumlah botol asip yang saya bawa pulang pasti lebih sedikit dari biasanya, yang artinya untuk dikonsumsi naoki besok saya terpaksa  mengambil lebih banyak  asip  beku dari freezer, namun  asip segar yang saya bawa dari kantor tidak bisa mengganti asip beku yang saya ambil dari kulkas dengan jumlah yang sama. Padahal aturannya untuk menjaga kestabilan jumlah stock asip, jumlah asip beku yang keluar dari freezer sebaiknya sama dengan jumlah asip segar/baru  yang masuk.  Selain itu jika kita malas dan melewatkan jadwal pumping maka payudara akan terasa nyeri dan bengkak karena tidak dikosongkan. Alih-alih bisa fokus ke pekerjaan, hal ini malah akan membuat kita jadi kurang nyaman beraktivitas dikantor. Oleh karenanya jadwal pumping adalah hal yang sangat penting untuk dipatuhi selama menjalani asix.

Untuk lebih memudahkan bunda dalam memahami pembahasan mengenai jadwal pumping yang saya jalani dulu, saya akan coba susun pembahasannya dengan kronologi waktu yaitu kronologi waktu dari petang hingga hingga malam kembali sepulang kerja. Berdasarkan pengalaman saya dulu kira-kira seperti inilah cara saya mengatur jadwal pumping selama menjalani asix :

1. Dini hari – Pumping ke 1
Dini hari sekitar pukul 1 malam biasanya saya bangun untuk pumping. Dini hari? beneran ini pumping ditengah malam buta saat mata sedang lengket-lengketnya? iya benar serius 😀 . Kenapa harus pumping dini hari ? Karena produksi asip sedang banyak-banyaknya dijam- jam ini. Saat sudah usia 3 bulan, biasanya si kecil  jam tidurnya sudah  teratur dan tidak begadang lagi. Sehingga payudara “nganggur” dan produksi asi jadi sangat banyak. Ada baiknya bunda bangun sebentar untuk mengosongkan supaya tidak bengkak dan bisa untuk menambah stock asip. Jangan lupa setelah pumping makan kembali, bisa makan roti atau cemilan agar tidak lapar dan saat subuh si kecil bangun payudara sudah terisi kembali.

2. Subuh bangun tidur dan sebelum berangkat bekerja
Di antara dua waktu diatas biasanya saya tidak melakukan pumping lebih fokus ke direct breastfeeding untuk memberi kesempatan si kecil menikmati langsung asi dari “pabrik”nya  juga untuk menciptakan bonding saya dan si kecil sebelum ditinggal kembali bekerja. Oh iya ada baiknya setelah menyusui si kecil bunda sambil makan cemilan dijalan selama perjalanan ke kantor, supaya payudara cepat terisi kembali.

3. Sampai kantor – Pumping ke 2
Setelah sampai dikantor pumping sebentar kurang lebih 15 sampai 30 menit sebelum memulai pekerjaan, Jangan lupa setelah pumping minum air putih yang banyak, makan buah-buahan  atau apapun supaya payudara cepat terisi kembali untuk persiapan pumping selanjutnya.

4. Jam istirahat – Pumping ke 3
Saat jam makan siang jangan lupa untuk pumping kembali, pumpingnya sebelum makan siang ya. Setelah pumping pasti lapar jadi bunda bisa langsung menyantap makan siang dengan lahap 😀

5. Break Ashar – Pumping ke 4
Antara pukul 3-4 sore, ambil break sebentar dari pekerjaan sekitar 30 menit untuk pumping dan sholat ashar. Pumping pada jam ini sebaiknya jangan dilewatkan jika memang tidak ada sesuatu yang mendesak (misalnya meeting atau deadline pekerjaan) karena biasanya jumlah asi yang keluar sangat banyak dijam ini, efek dari hasil makan berat saat makan siang. Jangan lupa setelah pumping minum air putih yang banyak dan makan cemilan agar tidak kelaparan dan payudara cepat terisi kembali.

5. Sebelum pulang – Pumping ke 5
Pumping dijam ini sifatnya optional, jika break ashar tidak sempat pumping maka boleh pumping dijam ini, atau jika bunda terpaksa lembur dan pulang telat boleh pumping sebentar untuk menghindari payudara bengkak karena belum dikosongkan dalam waktu yang lama. Dan selalu, jangan lupa setelah pumping minum air putih yang banyak dan makan cemilan agar tidak kelaparan dan payudara cepat terisi kembali ketika sampai dirumah.

6. Sampai dirumah – NO PUMPING, NO DOT
Ketika sudah berada dirumah  sebaiknya bunda full direct breastfeeding dengan si kecil, tanpa dot kecuali memang jika ada hal-hal diluar kendali misalnya bunda sakit atau terlalu lelah dan ingin istirahat sebentar. kenapa harus full direct breatfeeding? selain untuk melepas kangen si kecil, hal ini juga bertujuan untuk mengindari terjadinya bingung puting dan juga menyambungkan kembali bonding antara bunda dan si kecil. Sampai waktu si kecil tidur bunda juga sebaiknya tidak melakukan pumping ya.

7. Menyimpan dan menyiapkan asip untuk esok hari 
Ketika si kecil sudah tidur atau bisa juga ketika baru saja sampai rumah bunda bisa mulai menyimpan asip dan menyiapkan asip untuk dikonsumsi si kecil esok hari. Tata cara menyimpakan asip bisa dilihat pada ilustrasi dan uraian berikut ini:

Mengenal lokasi penyimpanan asip:

manag asip 3
Asip dalam coolerbag dan kulkas

Uraian:

  • Asip dalam coolerbag adalah asip segar hasil pumping selama dikantor.
  • Asip dibagian freezer adalah asip beku yang berfungsi sebagai persediaan asip dan bisa disimpan selama berbulan-bulan.
  • Asip dibagian chiller adalah gabungan dari asip segar dan asip beku yang akan diberikan ke si kecil keesokan harinya

Setelah mengenal perbedaan lokasi penyimpanan asip selanjutnya adalah bagaimana memindahkan asip segar ke freezer dan menyiapkan asip untuk dikonsumsi esok hari. Penjelasannya ada pada ilustrasi berikut ini:

Presentation3

Uraian :

1.Asip hasil pumping dimasukan ke dalam botol lalu disimpan ke dalam coolerbag atau bisa juga setelah pumping asip disimpan ke dalam kulkas kantor lalu sebelum pulang kerja dipindahkan ke dalam coolerbag agar suhu tetap terjaga selama dalam perjalanan pulang. Jangan lupa setiap selesai pumping botol asip diberi label tanggal dan jam pumping. selain itu jangan lupa juga bersihkan botol pompa setelah habis dipakai.

2-3. Ketika sudah sampai dirumah. Buka kulkas lalu turunkan 4 buah asip beku bagian paling depan dari freezer ke chiller. Ketika asip beku bagian paling depan turun maka secara otomatis asip beku bagian belakang akan maju ke tengah dan pada bagian belakang menjadi kosong, bagian yang kosong ini nanti akan  isi dengan asip segar dari coolerbag. Jumlah asip beku yang keluar dari freezer harus sama dengan asip segar yang masuk ke freezer. Memindahkan asip beku ke chiller setiap hari  ini tujuannya adalah agar asip sudah cair dalam semalam lalu esok sudah bisa dihangatkan dan siap diberikan ke si kecil. Selain itu juga untuk mengindari asip beku disimpan terlalu lama melebihi durasi ideal masa simpan atau sederhananya agar asip beku yang disimpan tidak expired dan berakhir dibuang . Dulu karena saya hanya pakai kulkas kecil bukan pakai freezer khusus maka saya tidak bisa menyimpan asip beku di freezer lebih dari 2 bulan. Cara ini kemudian yang saya pakai untuk menyiasati supaya semua asi hasil perahan dapat dikonsumsi dan tidak dibuang mubazir.

4-5. Selanjutkan keluarkan asip segar dari coolerbag lalu mulai pindahkan ke kulkas. Misalnya dalam sehari dapat 8 botol, 4 botol pindahkan ke freezer dan 4 botol sisanya disimpan ke chiller. 4 botol disimpan ke freezer untuk menambah persediaan asip beku dalam jangka panjang, sedangkan 4 botol sisanya disimpan ke chiller untuk diberikan ke si kecil besoknya. Kenapa tidak semua disimpan ke freezer? tujuannya agar  si kecil tetap  bisa mengkonsumsi asip segar setiap hari. Hasil pumping 8 botol asip ini hanya contoh ya, hasil pumping setiap ibu berbeda-beda bisa lebih sedikit atau lebih banyak.

6. Hasil perpindahan dan  susunan penyimpanan yang baru dapat dilihat pada no 6.

7.  Esok hari gabungan asip beku yang sudah cair dan asip segar siap dihangatkan dan dikonsumsi si kecil.

8. Sterilkan semua perlengkapan asix

Sebelum tidur jangan lupa untuk membersihkan dan sterilkan semua perlengkapan asip mulai dari dot, botol asip, alat pompa dan lainnya.

9. Kembali ke rutinitas awal pumping dini hari dan seterusnya

Sekian rangkaian pembahasan asi eksklusif untuk ibu bekerja, semua yang saya bagikan berdasarkan pengalaman pribadi dulu ketika menjalani asix. Masih banyak sekali kekurangan namun dari banyak hal yang kurang ini semoga tetap bisa memberi manfaat untuk ibu-ibu diluar sana, bisa memberi edukasi mengenai manfaat dan bagaimana menjalani asi eksklusif untuk para Working Mom.  Selamat berjuang dan semoga sukses menjalani asix….Aminnnn

 

 

 

One thought on “ASI EKSKLUSIF UNTUK IBU BEKERJA PART IV : Jadwal Pumping dan Manajemen ASIP”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *