Resensi: Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin Karya Tereliye

“Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.
Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.
Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.
Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.”

Itu adalah kalimat pembuka yang saya copy dari akun goodreads tere liye, dari membaca kalimat pembuka diatas kita pasti sudah sangat tahu bahwa novel ini adalah novel bertema cinta
ya benar, sangat mengharu biru membaca novel ini, sesekali saat baca saya terpaksa harus berhenti untuk menarik nafas dalam dalam karena saya sangat bisa merasakan apa yang TANIA , sang tokoh utama novel ini rasakan.

Novel ini bercerita tentang tania, gadis kecil berumur 12 tahun yang terpaksa putus sekolah, mengamen dibus kota bersama adiknya serta memiliki ibu yang sakit sakitan.hingga suatu ketika, kaki tania tertusuk paku saat ia mengamen dibus kota, danar menolongnya bahkan mengantarkan tania dan adiknya pulang kerumah.sejak bertemu dengan danar itulah kehidupan tania dan keluarganya berubah, danar berjanji akan membiayai sekolah dan kebutuhan sehari – hari tania sekeluarga
Pelan pelan kehidupan tania dan keluarga membaik, tania dan adiknya bisa bersekolah kembali bahkan ibunya sudah bisa membuat toko kue sendiri. Pelan – pelan pula rasa kagum dan terimakasih kepada danar membuat perasaan tania berkembang lebih jauh, tania mulai mencintai danar. tapi tentu saja tania tidak berani mengatakannya, tania berjanji kepada dirinya sendiri akan mengatakannya jika waktunya sudah tepat. ketika tania sudah bisa tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar, menjadi gadis yang pantas untuk mendampingi danar

waktu terus berlalu, dan benar tania sudah berubah menjadi gadis yang cantik dan cerdas, dia mendapatkan beasiswa ASEAN scolarship bisa masuk sekolah internasional bahkan bisa berkuliah di NUS singapore. Tentu saja dalam masa tumbuh menjadi dewasa itu danar masih setia menjaga tania dan keluarganya, bahkan ketika ibu tania meninggal danar membawa DEDE adik tania tinggal bersama danar.

Ketika tania sudah menjadi gadis dewasa, cerdas dan mandiri, ia mulai mencoba mengatakan perasaannya kepada danar, namun sayang pada saat yang sama danar justru sudah memutuskan menikah dengan perempuan lain, RATNA, betapa hancur hati tania, tania patah hati , sangat patah hati , hingga tania memutuskan tidak akan hadir dipernikahan mereka, meskipun ratna dan danar terus memohonnya untuk datang.

Tania menyembuhkan lukanya sendiri, tidak pernah pulang lagi ke indonesia, menyibukan diri dengan kuliah, berwirausaha membuat toko bakery, magang kerja dan masih banyak lagi kesibukan yang dilakukan tania untuk melupakan danar. sejak tania tidak hadir di pernikahan danar, hubungan tania dan danar menjadi berjarak, tidak pernah ada komunikasi sekalipun.

seiring berjalan waktu, justru ratna, istri danar sering menghubungi tania, menganggap tania sebagai adiknya, sering bercerita tentang apapun, termasuk mengenai permasalahan rumah tangganya dengan danar. menurut ratna ,danar berubah, lebih banyak diam, sering pulang larut, namun ketika ditanya permasalahannya danar enggan menjawab. danar seperti kehilangan sesuatu.

“aku seperti bersaing dengan sebuah bayangan tania, bayangan yang kasat mata tapi jelas ada, bayangan yang dicintai danar tapi sayangnya aku tidak pernah tau atau diberi kesempatan untuk tau siapa orang itu”

masalah semakin runyam ketika danar sudah terlalu sering mengabaikan istrinya, ratna pulang kerumah orang tuanya dan mereka hampir menghadapi perceraian. dan tania bingung kenapa pria baik seperti danar bisa sedemikian tidak bertanggung jawab, pasti ada sesuatu. akhirnya tania memilih pulang ke indonesia, ingin bertanya kepada danar apa sebenarnya masalahnya.

pada ending ceritanya digambarkan potongan teka teki selama ini, kenapa danar memberikan liontin kepada tania, cerita di novel yang ditulis danar, dan alasan kenapa danar justru mengabaikan istrinya, jawabannya satu karena danar mencintai tania, sejak kecil , sejak tania masih berumur 12 tahun , tapi danar berusaha mengingkari semua itu, berusaha mengubur karena merasa tidak pantas mencintai seseorang yang dianggap adiknya sendiri. danar memutuskan menikahi ratna agar bisa melupakan tania, tapi sayang justru yang terjadi adalah sebaliknya. danar semakin tidak bisa melupakan tania.

Akhirnya mereka danar dan tania bertemu  akhirnya saling mengakui perasaan masing – masing selama ini, tapi danar dan tania justru memilih untuk tidak bersama meskipun mereka saling mencintai, kenapa? ini yang saya suka dari novel ini, endingnya menggambarkan bahwa tania dan dan danar adalah dua manusia dewasa yang sudah matang, mereka cukup tau bahwa mereka saling mencintai satu sama lain. tapi meraka tidak memaksakan keadaan untuk saling memiliki. tidak memaksakan kehendak karena itu pasti melukai perasaan orang lain. danar akhirnya kembali kepada ratna, dan tani pulang ke singapur , berjanji tidak akan pulang lagi, demi kebahagiaan danar dan ratna, demi pria yang dicintainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s